Friday, 14 April 2023

Maksud Semesta

 Kalanya di suatu masa, satu dekade ke belakang. Dimasa sekolah.

Dua muda mudi, berjumpa tanpa henti. Tak ingin pun selalu bertemu lagi. 

Bagian mana di kota, belahan mana di kelana, selalu ada dia.


Kami tak suka

Bukan karena benci atau apa. Kami bukan manusia yang cocok disanding.

Bukan juga sejoli yang cocok setimbang.

Tahu dari mana? Ya kira-kira saja. 

Bukankah di masa sekolah, kawan tak berkawan kamu tahu bagaimana?


Tapi apadaya.

Siapa kami melawan roda takdir. Mau tak mau selalu kami bersama hadir.

Maka setelah lama, kami jadi bertanya-tanya.

Apa ini maksud semesta? 


Dia mulai ada di pikiran dan hatiku.

Aku mungkin mengusik hati dan pikirannya.

Tahu darimana? Ya kira-kira saja.

Bukankah dari bentuk komunikasi dan gerak jasmani bisa terlihat maksud hati?


Tapi aku takut.

Aku takut pada massa yang ada disekitarnya

Kamu ingat? Aku bukan bagian kawanannya.

Dia ada di kawanan gemerlap popularitas yang diselimuti angkuh dan dusta nestapa.

Kawannya bukan musuhku, tapi kawanan itu tidak mungkin setuju bila aku dengannya.

Aku takut. Jadi aku lari.


Tapi sejauh apapun aku lari, ternyata selalu kembali lagi.

Ketika ikatanku sudah lekat nyata erat tak bisa lepas dengan yang lain.

Masih selalu semesta menarik dua muda mudi ini.

Sampai hari ini.


fs.

Tuesday, 11 April 2023

Aku Kembali

Selasa, 11 April 2023

Hai Salam untuk diriku yang sudah lama tak kuingat lagi, yang lembaran bukunya sudah lama kututup.
Sekarang saatnya kubuka lagi.

Blog ini aku buat untuk menuliskan isi pikiranku, apapun itu.
Kutinggalkan ia 1 dekade yang lalu. Alasannya? Mungkin karena malu.

Hari ini di subuh hari aku kembali menulis disini.
Aku yang sudah berusia 29 tahun. Aku sudah menikah. Aku sudah terpisah dari orang tua.
Tapi aku tidak lagi bekerja. Uangku hanya dari suami saja.


Perkara ini jadi sumber kekesalan dan kesedihanku.
Sedih karena situasi.
Kesal pada diri sendiri.
Akhirnya aku sempat depresi. Ada terlalu banyak perkara kutumpuk di hati. Akhirnya malah jadi bumerang untuk diri.

Kutulis ini sebagai salam jumpa.
Salam jumpa untuk "rumah" pikiran-pikiranku.
Suamiku bukan tipe pendengar, apalagi penyaman hati. Dia cuma tahu cara menghidupi diri dan istri.
Isi otaknya bukanlah perkara hati nurani. Walaupun buatku dia masih cukup baik hati.
Yah.. baik hati pun, telinganya dan otaknya bukan tipe yang bisa benar-benar kupinjam untuk mencurahkan semua isi pikiran dan hatiku.
Ada rahasia-rahasia yang tetap ingin kujaga, ada juga isi hati yang menyakitkan untuk diungkap walau rasanya ingin sekali.
Jadi kembalilah aku kesini.

Sepuluh tahun aku lupa punya tempat ini.
Tapi sekarang aku kembali.
Aku kembali.