Showing posts with label movies. Show all posts
Showing posts with label movies. Show all posts

Friday, 29 April 2011

Crazy Little Thing Called Love

Beberapa bulan yang lalu, di Indonesia lagi booming film Thailand yang judulnya "Crazy Little Thing Called Love"
G mau nulis tentang film ini, karena menurut g, film ini adalah film yang memberikan encouragement bagi remaja-remaja yang sedang jatuh cinta. :) Filmnya mungkin udah lumayan lama sih, ketinggalan zaman kalau g baru nulis sekarang, tapi g tergelitik untuk memberikan sedikit dorongan mental (what's with my language?) buat temen-temen yang sedang dirundung galau cinta supaya semangat dan bisa berjuang untuk meraih perasaan orang yang dicintai. :)

Review :

Crazy Little Thing Called Love

Film ini menceritakan tentang Nam (Pimchanok Luevisetpaibool ---> entah gimana cara bacanya), seorang siswi SMP yang nggak populer, pakai kacamata besar, rambut bob, kulit hitam, punya masalah dengan gigi (ditunjukkan dari bagian film yang menceritakan Nam sempat memakai kawat gigi) dan sama sekali tidak pintar di bidang akademis. Nam menyukai seniornya yang bernama Shone (Mario Maurer ---> You're the cutest and the handsomest man alive, Maurer!!), seorang murid populer dengan ketampanan tingkat tinggi dan pintar olahraga (main sepak bola). Nam sudah sangat lama memperhatikan Shone, tapi tidak percaya diri dengan keadaan fisiknya yang jelek, ia hanya berani memberikan coklat pada Shone dengan sembunyi-sembunyi atau ngobrol sedikit-sedikit.

Dengan bantuan teman-temannya, Nam mulai mengubah dirinya, melakukan terapi pemutihan kulit dan mengenakan kawat gigi, serta memanjangkan rambut. Nam juga belajar keras supaya bisa mengunjungi ayahnya yang bekerja di Amerika. Akhirnya, sedikit demi sedikit Nam berubah dan orang-orang mulai melihat kecantikannya. Ia dipilih untuk menjadi Snow White dalam penampilan drama klub sekolahnya (walaupun dengan terpaksa) dan teman Shone, Tom, yang baru masuk sekolah juga menaruh hati pada Nam setelah menyaksikan drama sekolah itu.

Kenaikan kelas tiba dan Nam, yang sekarang sudah menjadi gadis cantik dan populer mendapatkan posisi sebagai leader/pelempar baton dalam marching band sekolahnya. Ia menjadi gadis yang populer dan Tom sering mengajaknya untuk jalan-jalan bersama yang jadi bonus buat Nam karena setiap jalan-jalan sama Tom pasti ada Shone yang ikut. :) Suatu ketika terjadi masalah ketika Nam, yang terlalu asik bergaul dengan Tom dan kawan-kawan, lupa untuk hadir dalam perayaan ulang tahun salah satu sahabatnya sehingga menyebabkan perang dingin diantara mereka. Sebelum kelulusan, mereka akhirnya bisa berbaikan dengan usaha dari Nam.

Tiba hari kelulusan. Nam bermaksud untuk menyatakan perasaannya pada Shone karena ia akan berangkat ke Amerika untuk menemui ayahnya sedangkan Shone akan meninggalkan kota tempat tinggal mereka untuk menjadi pemain sepakbola profesional. Nam akhirnya menyatakan perasaannya pada Shone namun ternyata Shone sudah punya pacar. Nam yang sedih akhirnya pulang dengan kecewa namun tetap bersikap menerima kenyataan (sok kuat haha)...

Sementara Nam sedang menangis karena patah hati di rumahnya, Shone yang baru sampai rumah sudah ditunggu oleh robongan yang akan menjemputnya untuk berangkat ke asrama pelatihannya. Shone, sebelum berkemas, membuka album foto yang berisi foto-foto Nam, dari awal, ketika Nam masih merupakan gadis yang hitam dan jelek, hingga Nam menjadi seperti sekarang. Album foto itu menunjukkan perasaannya pada Nam, perasaan cemburunya ketika Nam bersama dengan Tom dan kekagumannya akan perjuangan Nam untuk berubah. Dengan sedih, Shone mengantarkan album itu dan menaruhnya di teras rumah Nam.

Adegan beralih ke 7 tahun kemudian dari setting sebelumnya. Nam yang sudah menjadi seorang designer terkenal di Amerika diundang ke sebuah acara reality show. Nam dan Shone akhirnya dipertemukan dalam acara itu dan mereka secara implisit menyatakan perasaan mereka.


Hahaha reviewnya panjang-panjang amat ya... (I'm sorry for being so detail, can't help it :p) Dari cerita film ini, kita, para remaja jatuh cinta diajarkan untuk percaya diri dan mau berjuang untuk mencapai impian kita untuk bersama dengan orang yang kita cintai dan untuk percaya pada kekuatan cinta sejati. Nam disini, juga menjadikan perasaannya pada Shone sebagai sesuatu yang telah menjadi batu pijakannya untuk berubah dan sukses walaupun kisah itu tidak berakhir seperti yang ia inginkan (maunya Nam, dia bisa jadian sama Shone waktu masih sekolah dulu hahaha) tapi toh jodoh ngga akan kemana, perasaan mereka yang kuat bisa mempertemukan mereka kembali dengan bantuan dari orang ataupun sesuatu yang tidak diduga-duga.



Love is in The Air

Friday, 12 March 2010

Movie Review : Hachiko A Dog's Story

Cerita nyata tentang kesetiaan seekor anjing.
Namanya Hachiko, anjing jenis akita-ken yang lahir tahun 1923 di Odate yang kemudian dibeli dan dipelihara oleh seorang profesor yang namanya Prof. Ueno.
Prof. Ueno ini selalu berangkat kerja dan pulang pakai kereta. Setiap pagi, Hachiko nganterin sang profesor ke stasiun dan sorenya balik lagi buat ngejemput. Kebiasaan itu berlangsung selama 1 tahun sampai suatu hari profesor nggak pulang lagi karena meninggal seketika ketika sedang bekerja karena serangan jantung.
Hachiko akhirnya nungguin profesor Ueno setiap hari sampai dia nggak pulang lagi ke rumahnya. Kegiatan harian Hachiko nungguin majikannya pulang ini berlangsung selama 10 tahun sampai Hachiko ditemukan tidak bernyawa pada tahun 1935.
Sekarang ini kulit Hachiko yang asli sudah diisi kapas dan diabadikan di museum, selain itu juga didirikan sebuah patung di depan stasiun Shibuya yang menggambarkan Hachiko yang sedang duduk menunggu majukannya pulang.

Hachiko asli :





Hachiko yang kulit aslinya diisi kapas (diabadikan di museum):



Patung Hachiko di depan Stasiun Shibuya :




Film yang g tonton ini diadaptasi dari cerita di atas. Richard Gere berperan sebagai profesor yang memelihara Hachiko. Walaupun inti ceritanya sama, tapi terjadi perubahan latar setting dan waktu ceritanya. Cerita Hachiko yang versi Hollywood ini adalah masa kini dan profesornya tinggal di Amerika. Sisanya, urutan peristiwa dan latar cerita, plotnya semuanya sama.

Film ini menurut g sangat sangat direkomendasikan soalnya nonton ini bener2 bisa bikin terharu dan nangis (kalau g sih.. haha). Apalagi adegan terakhirnya... wah.. nguras air mata itu mah...

Pokoknya this film is recommended! 15 out of 10!! (LOL)



Trailernya :
Hachiko : A Dog's Tale


Kesetiaan yang tulus akan abadi....

Thursday, 28 January 2010

Movie Review : Interview With the Vampire : The Vampire Chronicles

Film produksi 1994 yang mengangkat vampir sebagai tokoh utama. Tontonan yang ngga diduga2 bakal jadi favorit g soalnya g biasanya ngga suka film tragedi penuh darah, tapi film ini epic banget!! Peduli lah orang bilang g udah telat nontonnya, yang penting asik! haha..



Diceritakan dimasa sekarang (latarnya sih 90an) ada seorang jurnalis muda yang ketemu sama seorang pria yang ketahuan kalo dia itu seorang vampir yang berusia lebih dari 200 tahun bernama Louis (Brad Pitt). Louis akhirnya diwawancarai oleh jurnalis itu. Jadi mulailah latar cerita masuk ke akhir 1700an di mana Louis de Pointe Du lac adalah seorang Tuan Tanah di New Orleans yang setahun sebelumnya kehilangan istri beserta anaknya saat anak itu dilahirkan. Hidup terasa ngga berarti lagi bagi Louis dan dia menghabiskan waktunya mengutuk hidupnya sendiri.

Hingga suatu ketika ia bertemu seorang vampir bernama Lestat (Tom Cruise) yang menawarkannya "anugerah kegelapan", berubah menjadi vampir. Setelah mengalami sedikit pergulatan dengan dirinya sendiri akhirnya Louis menyetujui tawaran Lestat untuk berubah jadi vampir. Jadi Lestat meminumkan darahnya ke Louis setelah menghisap habis darah manusianya dan saat itu dimulailah kehidupan Louis sebagai vampir.

Awal kehidupan barunya tidak begitu menyenangkan bagi Louis karena ia mengalami kesulitan dalam membunuh manusia. Hati manusianya yang menghargai kehidupan orang lain masih mengusiknya hingga ia hanya mengonsumsi hewan ternak dan tikus saja, membuat Lestat menghinanya habis-habisan.
Ketika wabah melanda tempat tinggalnya, Louis yang berjalan tanpa arah karena masih bingung dengan kehidupannya sebagai vampir menemukan sebuah rumah kumuh yang didalamnya terdapat seorang gadis kecil yang sedang menangisi ibunya yang sudah meninggal. Gadis itu (Kirsten Dunst) melihat Louis dan menangis memeluk Louis karena ia harus hidup sebatang kara. Louis yang kehilangan kontrol atas dirinya meminum darah gadis itu. Begitu menyadari apa yang dilakukannya, Louis keluar dari rumah itu meninggalkan tubuh gadis kecil yang disangkanya sudah mati dan meringkuk di dalam gorong-gorong.
Lestat menemukannya dan membawanya kembali ke TKP dimana Louis menghisap darah gadis kecil itu. Ternyata gadis kecil itu belum mati, Lestat akhirnya memberikan darahnya pada gadis itu dan menjadikannya vampir memanfaatkan kesedihan Louis yang merasa bersalah karena sudah membuat gadis itu sekarat dan tidak bisa diselamatkan lagi kecuali dengan cara mengubahnya jadi vampir.
Gadis kecil itu akhirnya berubah jadi vampir dan hidup bersama Louis dan Lestat sebagai putri angkat mereka.

Kehadiran Claudia, begitu mereka memanggil gadis kecil itu, membuat kehidupan Louis sebagai vampir sedikit bermakna. Mereka menghabiskan waktu layaknya keluarga biasa. Namun hal itu berubah setelah 30 tahun ketika Claudia menyadari pertumbuhannya yang tidak terjadi. Tubuhnya tetaplah seorang gadis kecil walaupun 30 tahun telah berlalu. Maka Claudia mengonfrontasi Lestat dan Louis hingga puncaknya Louis membawa Claudia ke tempat di mana ia menggigit gadis itu dan Lestat menyelamatkannya.
Mengetahui fakta itu, Claudia berubah membenci Lestat dan akhirnya berhasil menjalankan rencananya untuk membunuh Lestat.

Louis dan Claudia yang tinggal berdua saja berkelana berkeliling dunia untuk menemukan vampir lain walaupun selama perjalanan mereka tak satupun mereka temukan makhluk berjenis sama seperti mereka sampai akhirnya di Prancis Louis menemukan suatu "koloni" vampir ketika ia berkenalan dengan Armand (Antonio Banderas), seorang pimpinan teater yang selalu memerankan lakon vampir.
Koloni menginginkan Louis untuk bergabung namun Louis tidak ingin meninggalkan Claudia. Konflik ini mencapai puncak ketika mereka semua ditangkap dan Claudia dibunuh. Louis berhasil dengan usaha balas dendamnya dan membakar habis seluruh koloni itu beserta bangunan yang ditempati mereka.

Hidup Louis pun terus berlangsung hingga sekarang ketika ia bertemu dengan jurnalis itu.

Yah, sampai situ aja g cerita mengenai film ini, sekarang 10.31 pm dan g udah mulai ngantuk. Film ini memiliki ending yang sedikit tidak terduga, salah satu poin kenapa g suka film ini. haha..

Okay, that's all for today.